Model Pembelajaran Active Learning









Pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif dan merasakan suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan.

(Hisyam Zaini, dkk : 2008)

Indikator yang menyatakan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar menurut Paul B. Diedrich dalam Sardiman (1992:100) adalah :

1. Visual activities, yang termasuk di dalamnya misalnya, membaca, memperhatikan gambar demonstrasi, percobaan, pekerjaan orang lain.

2. Oral activities, seperti menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi, interupsi.

3. Listening activities, sebagai contoh mendengarkan: uraian, percakapan, diskusi, musik, pidato.

4. Writing activities, seperti misalnya menulis cerita, karangan laporan, angket, menyalin.

5. Drawing activities, misalnya menggambar, membuat grafik, peta, diagram.

6. Motor actibities, yang termasuk di dalamnya antara lain melakukan percobaan, membuat konstruksi.

7. Mental activities, sebagai contoh misalnya : menanggap, mengingat, memecahkan soal, menganalisa, melihat hubungan, mengambil keputusan.

8. Emotional activities, seperti misalnya menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang, gugup.

Untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan serta sikap secara aktif dalam belajar maka hendaklah menciptakan iklim belajar sebagai berikut:

a. Belajar dengan kelas penuh. Guru memimpin pelajaran yang merangsang seluruh isi kelas.

b. Diskusi kelas. Hal ini dilakukan dengan dialog dan debat tentang kunci masalah.

c. Kecepatan bertanya. Murid memerlukan penjelasan.

d. Belajar bersama. Tugas-tugas yang dilakukan bersama dalam kelompok kecil pelajar.

e. Teman sebagai pengajar. Memimpin pengajaran oleh murid.

f. Belajar bebas. Belajar aktif dilakukan secara pribadi

g. Belajar efektif. Kegiatan yang membantu murid untuk menguji perasaan mereka, nilai-nilai dan sikap.

h. Pengembangan keterampilan. Pembelajaran dan mempraktekkan ketrampilan, baik teknik maupun non teknik.

Menurut John holt dalam Silberman (2006:26) menyatakan bahwa proses belajar akan meningkat jika siswa diminta untuk melakukan hal-hal berikut:

1. Mengemukakan kembali informasi dengan kata-kata mereka sendiri.

2. Memberikan contohnya.

3. Mengenalinya dalam bermacam-macam bentuk dan situasi.

4. Melihat kaitan antara informasi itu dengan fakta atau gagasan lain.

5. Menggunakannya dengan beragam cara.

6. Memprediksikan dengan konsekuensinya.

7. Menyebutkan lawan atau kebalikannya.

Menurut Nana Sudjana (1996 : 21–29), Untuk melihat terwujudnya Cara Belajar Siswa Aktif dalam proses belajar-mengajar, terdapat indikator, ciri dan prinsip pembelajaran aktif.

Indikator dari sudut guru :

1. Adanya usaha mendorong, membina gairah belajar dan partisipasi siswa secara aktif

2. Peranan guru tidak mendominasi kegiatan proses belajar siswa

3. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar menurut cara dan keadaan masing-masing

4. Guru menggunakan berbagai jenis metode mengajar serta pendekatan multimedia

Ada beberapa ciri yang harus tampak dalam pembelajaran aktif, yaitu :

a. Situasi kelas menantang siswa melakukan kegiatan belajar secara bebas, tetapi terkendali.

a. Guru tidak mendominasi pembicaraan, tetapi lebih benyak memberikan rangsangan berfikir kepada siswa untuk memecahkan masalah.

b. Guru menyediakan dan mengusahakan sumber belajar bagi siswa.

c. Kegiatan belajar siswa bervariasi.

d. Hubungan guru dan siswa sifatnya harus mencerminkan hubungan manusiawi bagaikan hubungan orang tua-anak, bukan hubungan pimpinan dan bawahan.

e. Situasi dan kondisi kelas tidak kaku terikat dengan susunan yang mati, tetapi sewaktu-waktu diubah sesuai dengan kebutuhan siswa.

f. Belajar tidak hanya dilihat dan diukur dari segi hasil yang dicapai siswa, tetapi juga dilihat dan diukur dari segi proses belajar yang dilakukan siswa.

g. Adanya keberanian siswa mengajukan pendapatnya melalui pertanyaan baik yang diajukan kepada guru maupun kepada siswa lain dalam pemecahan masalah belajar.

h. Guru senantiasa menghargai pendapat siswa.

Prinsip-prinsip belajar siswa aktif :

a. Stimulus belajar

Ada dua cara yang mungkin membantu para siswa agar pesan tersebut dapat diterima. Cara pertama, perlu adanya pengulangan sehingga membantu siswa dalam memperkuat pemahamannya. Cara kedua, siswa menyebutkan kembali pesan yang disampaikan oleh guru kepadanya.

b. Perhatian dan motivasi

Ada beberapa cara untuk menumbuhkan perhatian dan motifasi, antara lain melalui cara mengajar yang bervariasi, mengadakan pengulangan informasi, mengadakan stimulus baru, misalnya melalui pertanyaan-pertanyaan kepada siswa, memberi kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan keinginan belajarnya, menggunakan media dan alat bantu yang menarik perhatian siswa seperti gambar, foto, diagram, dan lain-lain.

c. Respon yang dipelajari

Keterlibatan atau respon siswa terhadap stimulus guru bisa meliputi berbagai bentuk seperti perhatian, proses internal terhadap informasi, tindakan nyata dalam bentuk partisipasi kegiatan yang diberikan guru, menilai kemampuan dirinya dalam menguasai informasi, melatih diri dalam menguasai informasi yang diberikan oleh guru, dan lain-lain.

d. Penguatan

Sumber penguat belajar untuk pemuasan kebutuhan berasal dari luar dan dari dalam diri siswa. Penguat yanng berasal dari luar seperti, nilai, hadiah, dan lain-lain sedangkan penguat dari dalam bisa terjadi apabila respon yang dilakukan oleh siswa betul-betul memuaskan siswa dan sesuai kebutuhannya.

0 komentar:

Kode Smiley Untuk Komentar


:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t