Tehnik Remedian Dan Pengayaan


Pengertian Remedian dan Pengayaan

Pembelajaran remedial pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar (Direktorat PSMA, 2010). Pemberian pembelajaran remedial meliputi dua langkah pokok, yaitu pertama mendiagnosis kesulitan belajar,dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial.

Bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial :

a) Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 50%

b) Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%

c) Pemberian tugas-tugas kelompok jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 20 % tetapi kurang dari 50%

d) Pemanfaatan tutor teman sebaya.

Semua pembelajaran remedial diakhiri dengan tes ulang. Dalam hal ini pembelajaran remedial dan tes ulang dilaksanakan di luar jam tatap muka. Secara umum pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya. Teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lain melalui: tes IQ, tes inventori, wawancara,dan pengamatan.

Pembelajaran Pengayaan hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a) Identifikasi kemampuan belajar berdasarkan jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik misal belajar lebih cepat, menyimpan informasi lebih mudah, keingintahuan lebih tinggi, berpikir mandiri, superior dan berpikir abstrak, memiliki banyak minat

b) Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lain melalui: tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dan

c) Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan dapat dilakukan dengan cara :

1) Belajar kelompok

2) Belajar mandiri

3) Pembelajaran berbasis tema, dan

4) Pemadatan kurikulum.

Pemberian pembelajaran remedial dan pengayaan dilaksanakan hanya untuk kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik. Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh kompetensi/materi baru, atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas maupun kapabilitas masing-masing. Pembelajaran pengayaan dapat pula dikaitkan dengan kegiatan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.

Penilaian hasil belajar pada kegiatan remedial adalah untuk mencapai ketuntasan sesuai dengan KKM. Oleh karena itu hasil dari kegiatan remedial tidak boleh melebihi nilai KKM yang telah ditetapkan. Sedangkan hasil penilian kegiatan pengayaan, tentu tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk portofolio, dan harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari peserta didik yang normal.

Kegiatan remedial menggunakan beberapa teknik diantaranya:

a) pembelajaran secara klasikal,

b) pembelajaran kelompok,

c) pembelajaran toturial,

d) pemberian tugas rumah, dan

e) evaluasi untuk mengetahui keberhasilan kegiatan remidial dimaksud.

Sedangkan kegiatan pengayaan menggunakan beberapa teknik, diantaranya :

a) pemberian tugas secara kelompok,

b) pemberian tugas mandiri,

c) pemanfaatan siswa sebagai tutor sebaya, dan

d) pemberian tugas menganalisis suatu permasalahan sesuai dengan konteks yang dikaji

Tujuan Pengajaran Remidi

Pada dasarnya tujuan yang ingin dicapai dalam pengajaran remidi tidak berbeda dengan tujuan instruksional umum. Tetapi karena sasarannya adalah siswa yang mempunyai kesulitan, maka diharapkan melalui proses penyembuhan, perbaikan maupun pelajaran tambahan, tujuannya:

1) Memahami akan kekurangan dirinya, kelemahannya maupun kesulitannya dan bersedia untuk menerima “uluran” pelajaran remidi dari guru. Kegagalan pengajaran remidi bilamana siswa merasa bahwa dirinya merasa malu untuk menghadapi kenyataan tersebut.

2) Mempunyai sikap terbuka untuk dapat merubah dirinya dalam belajar, bersikap dalam menekuni pelajaran tersebut. Hal ini perlu untuk prestasi yang lebih baik.

3) Para siswa dapat memilih materi dan fasilitas belajar yang sesuai dengan yang diperlukan. Misalnya buku teks tambahan. Alat belajar dan sebagainya.

4) Siswa dapat mengatasi hambatan belajar yang dialaminya, sesuai dengan latar belakang kesulitan belajar yang dihadapi. Sebab setiap siswa mempunyai sebab-sebab kesulitan yang berbeda.

5) Sesudah terbiasa mengatasi kesulitan, akan menimbulkan sikap baru dalam belajar yang dianggap ada pengaruhnya terhadap prestasi, misalnya sekarang membiasakan diri belajar pada waktu dini hari, dimana sebelumnya tak pernah dilakukan.

6) Dengan adanya perubahan sikap dan prestasinya maka siswa dengan mudah dapat menyelesaikan dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diterimanya.

7) Sesudah tercapai hasil yang lebih baik, akan menimbulkan kepuasan diri sehingga dapat mempertebal harga diri dan menambahkan motivasi baru.


Fungsi Pengajaran Remidi

Sesudai dengan pengertiannya maka pengajaran remidi mempunyai fungsi yang amat penting dalam proses belajar secara keseluruhan. Sebab dapat menjangkau masalah yang bersifat individual. Hal ini biasnaya terlupakan dalam proses belajar secara klasikal.
Fungsi pengajaran remidi adalah :

1. Fungsi Korektif

Korektif berarti membetulkan atau perbaikan terhadap sesuatu yang tidak wajar, yaitu masih rendahnya prestasi yang dicapai siswa. Sasaran korektif baik untuk siswa maupun untuk guru. Perbaikan yang dimaksud meliputi antara lain cara belajar, penggunaan metode mengajar, materi, media yang dipergunakan guru, cara penilaian, dan sebagainya.

2. Fungsi Pemahaman

Baik guru maupun siswa akan memahami tentang langkah yang telah dilakukan perlu diperbaiki dan menyadari akan kekurangannya, sehingga baik guru maupun siswa harus membuka diri untuk melihat kenyataan tersebut. Selanjutnya berusaha untuk merubahnya sehingga akan memperoleh hasil yang lebih baik. Tidak setiap orang mengakui kekurangan dan kelemahan yang dimiliki. Guru juga akan lebih mengenal dan memahami siswa tersebut secara lebih baik, hubungan guru-siswa akan menjadi lebih erat.

3. Fungsi penyesuaian

Dengan pengajaran remidi siswa dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan sekitarnya, terutama yang berhubungan langsung dengan proses belajar mereka. Mereka dituntut untuk menyesuaikan tuntutan kurikulum, cara mengajar guru, lingkungan teman belajar maupun fasilitas belajar yang tersedia dengan kondisi seperti itu diharapkan dapat mencapai hasil belajar yang lebih baik. Bagi mereka yang terpaksa harus meninggalkan lingkungan orang tuanya untuk belajar di kota hal tersebut merupakan hambatan yang benar.

4. Fungsi Pengayaan

Fungsi pengayaan dimaksudkan bahwa pengajaran remedial dapat memperkaya proses belajar mengajar. Karena materi yang tidak disampaikan dalam pengajaran yang biasa (reguler) akan ditambahkan melalui remidi. Selain itu juga dalam bidang metode guru akan menggunakan metode lain bahkan buku maupun alat pelajaran lain sehingga akan memperjelas konsep yang diberikan.d engan cara tersebut maka hasil yang akan dicapai lebih banyak dari yang diberikan secara reguler. Pelajaran yang diperoleh akan lebih banyak. Dengan demikian akan memperkaya pengalaman.

5. Fungsi Akselerasi

Dengan pengajaran remidi, siswa yang lambat belajar akan dipercepat proses belajarnya. Dengan demikian siswa tersebut memperoleh manfaat dengan percepatan waktu yang dipergunakan dalam belajar. Kalau tidak maka dia akan tertinggal, bahkan mungkin akan tinggal kelas.

6. Fungsi Terapeutik

Baik secara langsung atau tidak langsung pengajaran remidi dapat menyembuhkan atau mengobati kondisi-kondisi kepribadian siswa yang sedikit banyaknya dapat mengalami penyimpangan-penyimpangan (abnormalitas). Perbaikan terhadap kondisi yang demikian akan dapat mempertinggi prestasi belajar. Bahkan dapat mengembalikan kepada kepercayaan pada diri sendiri. Jika tidak akan membohongi diri sendiri dengan menyontak atau bertanya kepada teman duduknya pada waktu mengerjakan ulangan atau tugas pekerjaan rumah misalnya, sikap tersebut merupakan sikap positif terhadap pembentukan pribadinya. Dengan demikian fungsi terapi dapat dicapai


Strategi dan Pendekatan Pengajaran Remidi

Pada garis besarnya ada 2 macam pendekatan yang dapat ditempuh (Ross & Stanley), yaitu pendekatan kuratif dan preventif. Sedangkan Dinkmeyer & Caldwell menambahkan satu lagi yaitu yang bersifat pengembangan

1. Strategi Pendekatan yang Bersifat Kuratif

Tindakan pengajaran dikatakan bersifat kuratif bilamana diberikan setelah selesainya program PBM. Utama diselenggarakan. Tindakan tersebut dilakukan setelah melihat kenyataan bahwa adan seseorang atau sebagian siswa bahkan sebagian besar siswa yang dipandang tidak mampu untuk menyelesaikan program PBM yang bersangkutan secara sempurna sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Program tersebut dapat dilihat setiap kali pertemanan, setiap satuan unit pelajaran, atau satuan waktu (mingguan, bulanan bahkan triwulan atau semesteran). Dengan ciri-ciri yang telah dikemukakan di depan, yaitu antara lain prestasi di bawah rata-rata kelas, bahkan siswa yang mempunyai prestasi tinggi di atas rata-rata juga perlu mendapatkan perhatian dengan memberikan tambahan pelajaran ekstra. Sebab selain untuk meningkatkan prestasi secara optimal, juga untuk menyalurkan kepada kesibukan. Karena siswa ini lebih cepat menyelesaikan tugas dibandingkan dari temannya. Selama menanti teman-teman lain yang sedang bekerja atau menyelesaikan tugas berikan tambahan, kalau tidak dia mungkin sekali akan mengganggu teman yang bekerja, atau berkeliaran. Yang jelas prestasi atau kemampuan yang dimiliki lebih tersebut akan ditingkatkan secara maksimal. Justru di kelas-kelas anak yang demikian kurang mendapatkan perhatian guru kelas / bidang studi. Untuk dapat mencapai sasaran tersebut beberapa tehnik yang dipergunakan dengan pendekatan : pengulangan (repotition), pengayaan (enrichment), dan pengukuhan (Re inforcement) serta pencepatan (acceleration).
Pelaksanaannya

a. Pengulangan (Repetition)

Pelaksanaannya dapat dilakukan pada tiap akhir jam pelajaran, tiap akhir unit (satuan) pelajaran tertentu, maupuan setiap akhir pokok bahasan. Sasaran dapat diberikan kepada perorangan (individual maupun kelompok, tergantung kepada kebutuhan. Sedangkan waktu penyampaiannya dapat diberikan sesudah pelajaran selesai maupun di luar jam pelajaran. Misalnya pada sore hari. Sering kita lihat ada sementara guru yang memberikan pelajaran tambahan/ulangan pada waktu sore hari pada murid tertentu.Cara lain yang dapat diberikan melalui “kelas remedial” yaitu khusus bagis siwa yang memerlukan bantuan tersendiri lantaran rendah prestasi. Siswa lainnya melaukan proses belajar secara biasa.

b. Pengayaan dan Pengukuhan (Enrichment dan Reinforcement)

Sasarannya ditujukan kepada siswa yang mempunyai kelemahan ringan atau bahkan siswa yang mempunyai kemampuan tingi. Materi yang diberikan yaitu yang masih ada kaitannya (ekuivalen). Dengan materi pokok atau dapat juga merupakan tambahan (suplementer) sehingga akan memperoleh cakrawala yang lebih luas dari materi tersebut. Dengan demikian bagi siwa yang berkemampuan lebih mempunyai kesibukan yang bersifat positif. Baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya, sedang kemampuannya dapat ditingkatkan secara optimal.
Pelaksanaannya dapat dengan memberikan tugas-tugas (take home) bakat siswa yang lemah dengan dikerjakan di rumah atau tambahan pada saat temannya yang lain sedang mengikuti pelajaran utama, mereka yang berkemampuan lebih mendapat tugas tambahan. Setelah selesai tugas tersebut sebaiknya diperiksa oleh guru.

c. Percepatan (acceeleration, akselerasi)

Cara lain yang dapat diberikan kepada siswa berbakat tetapi menunjukkan kesulitan emosional dapat dengan memberikan promosi penuh atau maju berkelanjutan (continues progres). Pelaksanaannya dapat diberikan pelajaran untuk tingkat yang lebih tinggi / semester di atasnya. Dahulu pernah kita dengan ada siswa yang naik kelas sebelum waktu setahun, sedangkan siswa lain naiknya setiap akhir tahun. Begitupun pada perguruan Tinggi yang telah menerapkan SKS murni dapat memberi kesempatan pada siswa untuk mengambil kredit lebih banyak sehingga mungkin dapat menyelesaikan program lebih cepat. Sayangnya sistim di sekolah lanjutan hal tersebut masih jarang.

kalau ketiga cara pendekatan tersebut dapat dipergunakan secara baik. Oleh guru, maka kesulitan yang dihadapi para siswa secara kuratif dapat diatasi hasil karya tambahan tersebut perlu dibukukan dalam kemajuan akademik siswa sehingga dapat merupakan bahan masukan untuk menentukan prestasi akademiknya. Hal ini akan merupakan tambahan motivasi bagi siswa tersebut.

2. Strategi Pendekatan Bersifat Preventif

Pada pendekatan kuratif ditujukan pada siswa yang secara nyata telah mempunyai kesulitan tertentu, sedangkan pada pendekatan preventif ditujukan kepada siswa yang diperkirakan mempunyai kesulitan berdasarkan informasi yang diperoleh. Sehingga langkah ini merupakan antisipasi atau pencegahan agar apa yang mungkin terjadi dapat dicegah. Sehingga pendekatan tersebut disebut juga sebagai pencegahan. Siswa yang digolongkan dalam usaha tersebut adalah mereka yang diperkirakan dapat menyelesaikan program belajar lebih cepat dari waktu yang direncanakan, atau mereka yang diperkirakan akan lebih lambat dari waktu yang telah diprogramkan. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara kelompok maupun secara individual tergantung pada siswanya.

3. Strategi Pendekatan Pengajaran Remidi bersifat Pengembangan (Developmental)

Seperti yang dikemukakan oleh dinkmeyer dan Caldwell ada satu pendekatan lainnya yaitu pengembangan. (Developmental). Pada dasarnya pendekatan kuratif diberikan sesudah berlangsungnya proses belajar pendekatan preventif dilakukan sebagai tindak lanjut dari perkiraan sebelum terjadinya kesulitan belajar, maka pada pengembangan merupakan tindak lanjut yang dilakukan selama proses belajar berlangsung (during teaching diagnostik). Tujuan utamanya adalah agar siswa dapat segera mengatasi hambatan atau kesulitan yang mungkin akan dialaminya. Pelaksanaannya dapat diberikan berupa pemberial self instructional audio, modul, tutorial dan sebagainya


Metode Pengajaran Remidi

Dalam memberikan pengajaran remidi adalah sebagai berikut :

1. Metoda pemberian Tugas.

Dalam pemberian tugas dapat diberikan kepada kelompok ataupun individual. Tugas yang diberikan sesuai dengan jenis, sifat dan latar belakang kesulitan yang dihadapi. Metoda ini dapat pula diberikan untuk mengetahui kasus yang sedang dicari. Keuntungan dari metoda ini adalah :

a) Siswa dapat memahami dirinya, bai kelebihan atau kelemahannya.

b) Untuk memperdalam atau memperluas materi pelajaran.

c) Memperbaiki cara – cara belajar yang kurang efisien.

d) Mempercepat kemajuan belajarnya baik pada kelompok maupun individual.

2. Metode Diskusi

Dengan diskusi akan terjadi interaksi antar individu untuk memecahkan suatu masalah. Sehingga setiap individu akan dapat memberikan buah pikirannya untuk memecahkan masalah yang dilontarkan oleh guru. Dalam pengajaran remidi dapat dipergunakan untuk memecahkan kesulitan yang sama dalam suatu kelompok, untuk mencari pemecahannya.


0 komentar:

Kode Smiley Untuk Komentar


:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t