Alat Peraga dalam Pembelajaran










Alat peraga adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk membantu siswa melakukan perbuatan belajar, sehingga kegiatan belajar menjadi lebih effisien dan efektif (Oemar Hamalik, 2008: 51).

Bahwa pada dasarnya anak belajar melalui yang konkrit. Untuk memahami konsep abstrak anak memerlukan benda-benda konkrit (riil) sebagai perantara atau visualisasinya. Konsep abstrak itu dicapai melalui tingkat-tingkat belajar yang berbeda-beda. Bahkan, orang dewasa pun yang pada umumnya sudah dapat memahami konsep abstrak, pada keadaan tertentu sering memerlukan visualisasi.

Selanjutnya konsep abstrak yang baru dipahaminya itu akan mengendap, melekat, dan tahan lama bila ia belajar melalui berbuat dan pengertian, bukan hanya melalui mengingat-ingat fakta.

Oleh karena itu, maka dalam pembelajaran matematika kita sering menggunakan alat peraga. Adapun fungsi penggunaan alat peraga sebagai berikut:

1. Proses belajar mengajar termotivasi. Baik murid maupun guru, dan terutama murid, minatnya akan timbul. Ia akan senang, terangsang, tertarik, sehingga akan bersikap positif terhadap pengajaran matematika.

2. Konsep abstrak matematika tersajikan dalam bentuk konkrit sehingga lebih mudah dipahami dan dimengerti, dan dapat ditanamkan pada tingkat-tingkat yang lebih rendah.

3. Hubungan antara konsep abstrak matematika dengan benda-benda di alam sekitar akan lebih mudah dipahami.

4. Konsep-konsep abstrak yang tersajikan dalam bentuk konkrit yaitu dalam bentuk model matematik yang dapat dipakai sebagai obyek penelitian maupun sebagai alat untuk meneliti ide-ide baru dan relasi baru bertambah banyak.

Selain fungsi atau faedah tersebut di atas, pengguanaan alat peraga itu dapat dikaitkan dan dihubungkan dengan salah satu atau beberapa dari:

1.Pembentukan konsep

2.Pemahaman konsep

3.Latihan dan penguatan

4.Pelayanan terhadap perbedaan individual; termasuk pelayanan terhadap anak lemah dan anak berbakat

5.Pengukuran; alat peraga dipakai sebagai alat ukur

6.Pengamatan dan penemuan sendiri ide-ide dan relasi baru serta penyimpulannya secara umum; alat peraga sebagai obyek penelitian maupun sebagai alat untuk meneliti

7.Pemecahan masalah pada umumnya

8.Pengundangan untuk berpikir

9.Pengundangan untuk berdiskusi

10. Pengundangan partisipasi aktif

Alat peraga itu dapat berupa benda riil, gambar atau diagramnya. Keuntungan alat peraga benda riil adalah benda-benda itu dapat dipindah-pindahkan (dimanipulasikan), sedangkan kelemahannya tidak dapat disajikan dalam buku (tulisan). Oleh karena itu, untuk bentuk tulisannya kita buat gambarnya atau diagramnya. Tetapi, kelemahannya ialah tidak dapat dimanipulasikan.

Dengan demikian, penggunaan alat peraga itu gagal misalnya bila: Generalisasi konsep abstrak dari representasi konkrit itu tidak tercapai, hanya sekedar sajian yang tidak memiliki nilai-nilai (konsep-konsep) matematika, tidak disajikan pada saat yang tepat, memboroskan waktu, diberikan kepada anak yang sebenarnya tidak memerlukannya, tidak menarik, rumit, sedikit terganggu menjadi rusak, dan lain-lain.

1 komentar:

Kode Smiley Untuk Komentar


:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t