Profesi Pendidikan

WAWASAN KEPENDIDIKAN

a) Setiap orang memiliki potensi untuk berkembang. Diperlukan pertolongan / tuntunan yaitu melalui pendidikan.

b) Pendidikan itu merupakan terus-menerus sepanjang umur (long live education).

c) Pendidikan adalah interaksi manusia (human interaction).

d) Pendidikan adalah suatu yang kompleks namun tetap suatu kebulatan.

e) Pendidikan adlah proses yang dapat mengubah objeknya (transformasional) baik kebudayaan dll kepada manusia yang bersifat dinamis (terjadi proses pemindahan tentang pengetahuan, sikap).

f) Tugas kependidikan adalah tugas kemanusaiaan diperlukan berbagai usaha yang disadari, dirancang, sistematis untuk mengembangkan potensi yang baik tetapi tetap memanusiakan manusia.

g) Wawasan kepemdidikan bagi guru memusatkan perhatian kepada hal-hal yang harus dimiliki seorang guru di dalam tugas-tugasnya yang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.

HAKIKAT MANUSIA

1) Pandangan Psikoanalitik (Freud)

Manusia pada dasarnya digerakkan oleh dorongan-dorongan dari dalam dirinya yang bersifat instingtif.

2) Pandangan Humanistik (Pogers)

Manusia memiliki dorongan dirinya ke tujuan yang lebuh positif, rasional, tersosialisasikan (bersama-sama ke kampus karena kita punya dorongan positif).

3) Pandangan Martin Burber

Manusia pada dasarnya baik atau buruk dan memiliki / mengandung sama kuat kedua-duanya.

Pedagogik ><>

4) Pandangan Behaviorisme

Manusia adalah makhluk reaktif , tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar (eksternal).

Dari beberapa pandangan manusia dapat ditarik pengertian :

a) Manusia pada dasarnya memiliki “tenaga dalam” faktor internal yang menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan.

b) Dalam diri manusia (individu) ada fungsi yang bersifat rasional, yang bertanggungjawab atas tingkah laku intelektual, dan tingkah laku sosial.

c) Manusia mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif.

d) Manusia pada hakekatnya dalam proses “menjadi berkembang terus”.

e) Dalam hidupnya, individu melibatkan dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain untuk lebih baik.

f) Manusia merupakan suatu keberadaannya berpotensi ketidakdugaan, namun potensi itu terbatas.

g) Manusia adalah makhluk tuhan yang mengandung potensi baik dan buruk, dan lingkungan adalah mewarnai tingkah laku manusia, dan tingkah laku ini sebenarnya merupakan sesuatu yang bisa dipelajari.

HAKEKAT PENDIDIKAN

Asumsi dasar hakekat pendidikan menurut Raka Joni:

a) Pendidikan merupakan proses interaksi manusia yang dilandasi oleh keseimbangan antara kedaulatan subjek didik dengan kewibawaan pendidik. Ditandai oleh : siswa itu dihargai kebebasannya.

b) Pendidikan merupakan usaha penyiapan subjek didik menghadapai lingkungan hidup yang mengalami perubahan yang semakin pesat.

c) Pendidikan merupakan kiat dalam menerapkan prinsip-prinsip IPTEK bagi pembentukan manusia seutuhnya.

d) Pendidikan meningkatkan kualitas pribadi, dan kualitas masyarakat.


HAKEKAT ANAK DIDIK

Hakekat anak didik sebagai manusia dan sebagai subjek didik dalam KBM hendaknya :

1) Subjek didik bertanggungjawab atas pendidikannya sendiri sesuai dengan wawasan pendidikan seumur hidup.

2) Mempunyai potensi diri seperti potensi fisik dan phsykologi.

3) Subjek didik pada dasarnya memerlukan pembinaan individu serta pengakuan yang manusiawi.

4) Subjek didik pada dasarnya merupakan insan yang aktif dan menghadapi hidupnya.

Peserta didik sebagai subjek didik dapat dilihat dalam skema si bawah ini,


HAKEKAT BELAJAR MENGAJAR

a) Bila terjadi proses belajar, maka bersama itu pula terjadi proses mengajar.

b) Setia p saat dalam kehidupan terjadi suatu proses belajar mengajar (disadari atau tidak disadari).

c) Dalam PBM, guru sebagai subjek mengajar dan siswa sebagai subjek belajar, dituntut adanya profil kualifikasi tertentu agar proses itu dapat berlangsung efektif dan efisien.

Secara garis besar, hakikat belajar mengajar adalah :

a) Peristiwa belajar mengajar, terjadi apabila subjek didik secara aktif berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru.

b) Program belajar mengajar yang efektif memerlukan strategi dan media / teknologi pendidikan yang tepat.

c) Program belajar mengajar dirancang dan diimplementasikan sebagai suatu sistem.

d) Program belajar mengajar perlu mendapatkan perhatian yang seimbang di dalam PBM.

e) Pembentukan kompetensi profesional memerlukan pengintegrasian fungsional antara teori dan praktek, antara materi dan metedologi.

f) Pembentukan profesi kompetensi memerlukan pengalaman lapangan yang pertahap, mulai mengenal medan, sampai dengan ketrampilan yang dimiliki dalam pelaksanaannya dan penghayatan tugas-tugas pendidikan secara lengkap dan aktual.

g) Kriteria keberhasilan yang utama dalam pendidikan profesi adalah pendemonstrasian, penguasaan kompetensi.

h) Materi pengajaran dan sistem penyampaian dinamis.

12 asas penyelenggaraan BK disekolah menurut Prayitno 1987 :

a) Asas Kerahasiaan

Konselor mampu menjaga dan memelihara kerahasiaan klien dan tidak mempublikasikan kepada yang tidak berkepentingan.

b) Asas Kesukarelaan

Berlangsung atas dasr kesukarelaan antara kedua belah pihak (konselor dan klien).

c) Asas Keterbukaan

BK akan efektif bila berlangsung dalam situasi terbuka sebab hanya dengan keterbukaan, kesulitan-kesulitan masalah akan lebih mudah.

d) Asas Kekinian

Hendaknya konselor memusatkan perhatiaanya pada masalah yang dialami dan sedang dirasakan pada saat ini, buka masa lampau dan bukan masa yang akan datang.

e) Asas Kemandirian

Muara BK berupa kemandirian yaitu sikap mandiri.

f) Asas Kegiatan

Pelayanan BK di sekolah akan memberikan hasil apabila diikuti oleh kearifan klien dalam melakukan berbagai rencana yang telah disepakati konselor.

g) Asas Kedinamisan

Proses BK menghendaki perubahan perilaku sebagai hasil bimbingan ke arah yang lebih maju / baik. Oleh karena sifat progresif inilah maka sifat kedinamisan melihat pada proses bimbingan.

h) Asas Keterpaduan

BK hendaknya dapat lebih memajukan berbagai perkembangan aspek kepribadian individu (fungsi intelektual lebih dominan dari pada emosioanal) melalui berbagai pendekatan.

i) Asas Kenormatifan

Pelayanan BK hendaknya dilaksanakan menurut norma-norma yang berlaku dalam lingkungan, adat, hukum, agama, dll.

j) Asas Keahlian

Pelayanan BK harus dilakukan oleh mereka yang kompeten dan memenuhi kualifikasi sebagai konselor sekolah.

k) Asas Alih Tangan

Apabila pada suatu situasi tertentu konselor belum mampu memecahkan masalah kliennya maka hendaknya ia melakukan tindakan alih tangan kepada yang lebih ahli dan kompeten.

l) Asas Tut Wuri Handayani

Guru pembimbing hendaknya dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik serta memperdayakan untuk mengenal dan memahami diri memecahkan masalahnya dalam suasana asah, asih, asuh.

POLA KEGIATAN ORGANISASI BK DI SEKOLAH

1) Pola kegiatan BK

BK di sekolah pada hakekatnya merupakan sebuah sistem. Terdapat 3 komponen utama yang meliputi :

a. Bidang bimbingan

b. Jenis pelayanan

c. Kegiatan pendukung

Aspek-aspek komponen BK berjumlah 17 (sering disebut pola 17)


1

2

3

4

5

biidang bimbingan


6

7

8

9

10

11

12

Jenis pelayanan


13

14

15

16

17

Kegiatan pendukung


a) Bidang bimbingan

2) Bimbingan pribadi

Layanan bimbingan untuk membentu peserta didik menemukan, memahami dan mengembangkan pribadi.

3) Bimbingan sosial

Membantu dalam sosialisasi untuk mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosial.

4) Bimbingan belajar

Membantu mengembangkan belajar dengan baik.

5) Bimbingan karir

Membantu mengenal dan merancang masa depan karir mereka.

b) Jenis pelayanan

6) Layanan orientasi

Untuk siswa baru guna memberikan pemahaman dan memungkinakn penyesuaian diri terhadap lingkungan sekilahnya yang baru.

7) Layanan informasi

Membekali dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman yang bermanfaat, untuk mengenal diri, lingkunagn dan merencanakan dan mengembangkan diri, sikap dan kebiasaan belajar yang baik, materi yang cocok.

8) Layanan ...

Layanan yang memungkinkan peserta didik....

9) Layanan bimbingan pmbelajaran

Layanan ini memungkinkan peserta didik mengembangkan diri, sikap dan kebiasaan yang baik, materi belajar yang cocok.

10) Layanan perseorangan

Disini peserta didi mendapatkan pelayanan secara langsung dengan tatap muka dengan guru pembimbing / konselor.

11) Layanan konseling kelompok

Memungkinkan sejulah peserta didik memperoleh kesempatan untuk membahas dan mengentaskan diri dari permasalahan mereka masing-masing.

12) Layanan kegiatan pendukung

Adalah berbagai kegiatan yang memungkinakan diperolehnya berbagai data, keterangan, dan kemudahan, guna terlaksananya jenis-jenis layanan serta terwujudnya fungsi-fungsi bimbingan dan konseling.

c) Kegiatan pendukung

13) Aplikasi instrumen kegiatan

Meliputi pengumpulan data dan keterangan peserta didik (kelompok / individu) tentang lingkungan, permsalahan, dll. dengan cara menggunakan teknis tes / non tes.

14) Menghimpun data

Kegiatan menghimpun data / keterangan untuk keperluan pengembangan peserta didik secara individual.

15) Konverensi kasus

Bertujuan membahas permsalahan yang dialami peserta didik di dalam forum pertemuan oleh berbagai pihak.

16) Kunjungan rumah

Agar berlangsung sesuai yang diharapkan, kunjungan rumah ini membutuhkan dukungan orang tua peserta didik.

17) Alih tangan kasus

Untuk memperoleh penanganan yang tepat dan tuntas dengan memindahkan penanganan oleh satu pihak ke pihak lainnya yang dianggap lebih ahli / kompeten dalam bidangnya.

POLA ORGANISASI BK DI SEKOLAH

Terdapat tiga pandangan :

1) Pandangan generalis

Keberhasilan pengorganisasian BK di sekolah dipengaruhi oleh sikap seluruh staf pendidik / guru ke dalam kegiatan PBM di dalam KBM oleh guru.

ü Kelebihan : pelayanan lebih efektif

ü Kekurangan : proses bimbingan dapat dilakukan oleh semua guru

2) Pandangan spesialis

Menekankan perlunya pengakuan terhadap mutu pelayanan bimbingan yang profesional.

ü Kelebihan : kualitas pelayanan lebih profesional

ü Kekurangan : masalah hanya ditangani oleh BK, timbul kesenjangan

3) Pandangan kurikuler

Kegiatan bimbingan perlu dimasukkan dalam kurikulum sekolah dalam jam pelajaran khusus.

ü Kelebihan : proses BK teralokasi waktu pada jam pelajaran

ü Kekuarangan : menganggap BK disejajarjkan dengan bidang study (mapel)

Peranan guru dalam BK di sekolah

§ Bagaimana penempatan tiga pendapat tersebut di dalam sekolah?

Berpandang pada sekolah masing-masing.

§ Tugas pokok seklah adalah memfasilitasi siswa agar potensi siswa dapat berkembang optimal. Tidak setiap siswa itu tidak memiliki masalah / kendala, apalagi bila siswa itu bermasalah, tidak memiliki kemampuan mengatasi masalahnya sendiri sehingga siswa tersebut terbelenggu permasalahannya sendiri, menghambat perkembangan yang optimal.

§ Guru mempunyai kepentingan yang terkait langsung dengan kegiatan layanan BK di sekolah.

Ada beberapa peran guru bidang study di dalam layanan BK

1) Peranan guru dalam mengidentifikasi maslaah siswa.

Melalui tatap muka di kelas, guru leluasa mengamati perilaku peserta di dalam KBM (akan menentukan / mengenali gejala kesulitan belajar siswa) dapat ditelusuri dengan pendekatan pribadi.

2) Peranan guru dalam alih tangan kasus.

Jika ditemukan permasalahan peserta didik yang cukup kompleks, guru bidang study telah melakukan penanganan untuk mengulas / menyelesaikan permasalahan dari siswa tsb. Sementara hasil penanganan tsb dirasa belum efektif maka seharusnya guru bidang study tsb segera dapat melakukan alih tangan kepada konselor sekolah yang lebih kompeten, dapat bersama-sama guru dan konselor.

3) Peranan guru dalam pengembangan suasana yang kondusif bagi pelayanan BK.

Guru hendaknya aktif mendukung program-program BK di sekolah. Hal ini dapat dilakukan guru memiliki banyak waktu dan kesempatan dalam berinteraksi dengan siswa dalam PBM.

Guru bertugas juga dapat dikatakan sebagai gerbang paling awal dalam mengidentifikasi masalah siswa. Dengan peran guru dalam PBM tsb, guru aktif dalam mendukung program BK, dengan cara antara lain :

a) Memberi laporan rutin, data akademis siswa.

b) Sosialisasi program bimbingan ke siswa.

c) Aktif berperan serta dalam pertemuan kasus.

d) Memperkecil / meminimalisir kesulitan-kesulitan yang dihadapai siswa.

PERAN GURU MELAKUKAN PEMANTAUAN LAYANAN BK

Guru aktif memonitor (memperhatikan) layanan BK di sekolah tsb. Dalam melakukan pemantauan layanan BK dapat dilakukan antara lain :

a) Memantau perkembangan.

b) Memberi masukan perbaikan layanan BK.

KODE ETIK PROFESI TENAGA KEPENDIDIKAN

1) Hakekat kode etik profesi tenaga kependidikan

Guru dalam melakukan tugasnya harus ada landasan sebagai “pedoman berprilaku” di masyarakat dan khususnya untuk pelaksanaan tugas profesinya.

Pedoman berprilaku tersebut dalam arti sederhana seting disebut kode etik yaitu berisi norma berprilaku, ketentuan-ketentuan yang mengatur tingkah laku seorang guru. Jadi kode etik profesi / jabatan adalah ketentuan-ketentuan dan norma-norma yang mengatur tingkah laku seseorang dalam hubungannya dengan profesinya / jabatannya. Norma tersebut disepakati bersama / sah dan berfungsi sebagai pendorong masyarakat dan sebagai alat kontrol.

Pelaku profesi yang berdasarkan atas kode etik, agar pelaksanaan kode etik tsb berjalan baik / tidak terjadi benturan-benturan. Maka ada beberapa asas yang terkandung didalamnya, yaitu :

a) Asas hukum

b) Asas norma (berisi norma-norma / standart prilaku profesi dalam hubungannya dengan masyarakat).

c) Asas pengakuan (diakui / disepakati oleh pelaku profesi sendiri dan masyarakat luas).

d) Asas kemanfaatan (kode etik diharapkan mampu memberikan manfaat pada masyarakat dan para pelaku profesi).

Untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan profesi / jabatan di bidang kependidikan memerlukan perangkat persyaratan yang cukup sebagai seorang profesional dan mampu melaksanakan kegiatan profesionalnya sesuai dengan kode etiknya.

2) Fungsi kode etik tenaga kependidikan

a) Sebagai sumber perlindungan hukum.

b) Pengendali (mampu mengontrol perilaku pengajar dalam menjalankan profesinya).

c) Pendorong (pelaku profesi, msyarakat sama-sama memiliki kesadaran profesi).

3) Tujuan kode etik tanaga kependidikan

a) Menanamkan kesadaran anggota profesi.

b) Mewujudkan tercapainya individu-individu profesional sesuai kompetensinya.

c) Membentuk sikap profesional (semua pekerjaan dikerjakan secara profesioanal sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara profesional).

d) Meningkatkan kualitas profesioanal.

4) Naskah kode etik guru Indonesia

Kode etik profesi tenaga kependidikan yang berlaku di Indonesia adalah sebagaimana yang dikeluarkan oleh PGRI.

5) Wujud kegiatan profesi tenaga kependidikan

Tenaga kependidikan dalam konteks ini adalah tenaga-tenaga yang terlibat dalam penyelenggaraan sekolah.

6) Penerapan kode etik profesi tenaga kependidikan

Pendidikan di Indonesia anatar lain bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas.

ü Bertakwa kepada Tuhan YME.

ü Berbudi luhur

ü Cerdas

ü Berpengetahuan luas

ü Terampil

ü Sadar akan perannya yang akan datang yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

ü Sadar akan perannya yang akan datang yang bertanggung jawab terhadap masyarakat.

ü Sadar akan perannya yang akan datang yang bertanggung jawab terhadap nusa bangsa.

Manusi Indonesia seutuhnya diharapkan mampu menghadapi masa depan.

Pembangunan pendidikan selalu ditingkatkan dari dana atau jenis dan kualitas.

Salah satu yang dilakukan antara lain : menerapkan kode etik profesi tenakepen untuk semua jenis dan jenjang pendidikan yang kita inginkan.

Masalah yang dihadapi. Penanganan masalah pendidikan seharusnya ditangani oleh mereka yang memiliki kewenangan dan kemampuan, pemerintah selalu melakukan berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan.

Dalam upaya-upaya ini terdapat kendala / hambatan yang dihadapi, antara lain :

1) Kurang maksimalnya daya dukung kalangan tenakepen itu sendiri.

2) Kurangnya sarana prasarana yang tersedia.

3) Terbatasnya anggaran pendidikan.

4) Masih kurangnya daya dukung masyarakat dalam hal partisipasi biaya anggaran pendidikan.

5) Standarisasi mutu pendidikan yang beragam

Dengan adanya hambatan tsb mendorong kalangan profesi pendidikan untuk :

a) Selalu meningkatkan keprofesionalannya.

b) Selalu meningkatkan kualitas unjuk kerjanya.

0 komentar:

Kode Smiley Untuk Komentar


:a   :b   :c   :d   :e   :f   :g   :h   :i   :j   :k   :l   :m   :n   :o   :p   :q   :r   :s   :t